TABURAN FIRMAN TUHAN
KEBAKTIAN MINGGU PAGI, 13 Juli 2008
Pembicara: Ibu. Pdt. Toeti Soemaryanto
LIDAH DAN TELINGA SEORANG MURID
Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. Yesaya 50:4
PENDAHULUAN
Pada kebaktian KKR hari Kamis, kita mendapat pengajaran tentang “ mendengar Firman Tuhan tetapi tidak melakukan “. Itu berakibat fatal. Contoh raja Saul, Salomo, Yudas, mereka mengakhiri hidupnya secara tragis. Walaupun banyak khotbah nabi Yehezkiel , orang Israel melagukan seperti syair cinta kasih dengan suara yang merdu dan bermain musik kecapi dengan pandai, tapi mereka mendengar apa yang dikotbahkan tetapi sama sekali tidak melakukkan (Yehezkiel 33:32).
Berbeda dengan Musa! Saul, Salomo dan Yudas tidak memiliki akhir yang menyenangkan. Tetapi Musa setelah dewasa, karena iman memilih menderita sengsara dgn umat Allah dan penghinaan karena Kristus, dari pada menjadi anak putri Firaun, menikmati kesenangan dari dosa dan harta kekayaan Mesir oleh karena ia mau melakukan firman Tuhan (Ibr. 11:24-27).