Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Khotbah Juli’08’ Category

TABURAN FIRMAN TUHAN

KEBAKTIAN MINGGU PAGI, 13 Juli 2008

Pembicara: Ibu. Pdt. Toeti Soemaryanto

LIDAH DAN TELINGA SEORANG MURID

Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid. Yesaya 50:4

PENDAHULUAN

Pada kebaktian KKR hari Kamis, kita mendapat pengajaran tentang “ mendengar Firman Tuhan tetapi tidak melakukan “. Itu berakibat fatal. Contoh raja Saul, Salomo, Yudas, mereka mengakhiri hidupnya secara tragis. Walaupun banyak khotbah nabi Yehezkiel , orang Israel melagukan seperti syair cinta kasih dengan suara yang merdu dan bermain musik kecapi dengan pandai, tapi mereka mendengar apa yang dikotbahkan tetapi sama sekali tidak melakukkan (Yehezkiel 33:32).

Berbeda dengan Musa! Saul, Salomo dan Yudas tidak memiliki akhir yang menyenangkan. Tetapi Musa setelah dewasa, karena iman memilih menderita sengsara dgn umat Allah dan penghinaan karena Kristus, dari pada menjadi anak putri Firaun, menikmati kesenangan dari dosa dan harta kekayaan Mesir oleh karena ia mau melakukan firman Tuhan (Ibr. 11:24-27).

(more…)

Advertisements

Read Full Post »

TABURAN FIRMAN TUHAN

KEBAKTIAN MINGGU PAGI DENGAN PERJAMUAN SUCI, 06 Juli 2008

Pembicara: Bpk. Pdt. Soemaryanto

MENGUBAH KEGAGALAN MENJADI KEBERHASILAN

Lukas 5:1-11

PENDAHULUAN

Simon Petrus gagal, sepanjang malam ia bekerja keras tetapi tidak menangkap apa-apa. Yesus datang dan berkata agar ia bertolak ke tempat yang dalam dan menebarkan jala untuk menangkap ikan.

Mendayung lebih jauh? Menangkap di tempat yang tidak ada apa-apanya? Bukankah dengan seluruh kekuatan, kepandaian dan pengalaman sebagai nelayan, Simon Petrus telah gagal?

TAAT dan SETIA

Simon Petrus mentaati perkataan Yesus. Ia mempunyai pengalaman bersama Yesus dan Yesus pernah menghardik demam keras dari ibu mertuanya (Lukas 4:38-39). Maka semakin kuatlah kepercayaannya pada Tuhan. Inilah yang mangalahkan kekuatan, kepandaian dan penagalamannya sebagai nelayan. Bukan tidak penting, tapi mengandalkan ketiganya justru menemui kegagalan. Mengandalkan Tuhan melebihi segalanya itu membuka pintu mujizat.

Simon Petrus dan kawan-kawan berhasil menangkap sejumlah besar ikan sehingga jala mulai koyak, ini karena mereka taat dan setia akan pengajaran Yesus (Luk 5:6-7)

(more…)

Read Full Post »